Skip to main content

Posts

Overview : Merekam Peradaban Melalui Teknologi

Identitas BukuJudul Buku : Perkembangan Teknologi Komunikasi Penulis : Nurudin Penerbit : Rajagrafindo Persada Tahun Terbit : 2017 Jumlah halaman : XV + 217
Pemikiran paling fenomenal yang sering dikutip untuk membahas perkembangan teknologi manusia adalah Marshall McLuhan (1911-1980). Konsepnya tentang determinisme teknologi membuatnya dikenal karena telah menyadarkan banyak orang bahwa kehidupan manusia salah satunya dibentuk dan ditentukan oleh teknologi. Padahal sebelum McLuhan mempopulerkan konsep itu, banyak pemikir yang sepakat teknologi dikendalikan oleh manusia bukan malah sebaliknya.
Penggunaan teknologi oleh manusia sangat menentukan bagaimana mereka bertindak. Penggunaan smartphone yang massif di zaman modern, membuat orang lebih sedih kehilangan telepon selulernya dibanding kehilangan dompet berisi uang. Di zaman tribal (kesukuan), orang-orang sering berkumpul untuk berinteraksi dan membicarakan berbagai persoalan. Sedangkan zaman sekarang, orang-orang lebih suka melakukan meet…

Menjaga Kewarasan

Kehidupan ini penuh dengan hal-hal yang tidak masuk akal. Kita tidak bisa menambah mengurangi mengali dan membagi dengan tepat segala sesuatu. Kehidupan sosial kita berkembang secara alamiah –dengan beberapa konstruksi yang saya kira tetap bisa dikatakan sebagai ‘apa adanya’. Kita sebagai manusia mengalami kebahagiaan juga kesakitan, mengalami masa penuh semangat dan motivasi, tapi juga pernah terpuruk pada suatu lembah tanpa dasar. Jika kita bahagia kita akan lupa pernah susah, dan jika mengalami kesusahan kita akan lupa bahwa kebahagiaan pernah kita alami.
Semua hal itu normal selama kita menerimanya sebagai gambaran obyektif sehingga tidak bisa kita tolak. Itulah kerja-kerja tuhan yang ilmuwan sosial sebut sebagai realitas. Ada pernyataan-pernyataan pesimistis yang diakui secara berjamaah: jika kita tidak bisa mengubah realitas, maka ubahlah cara pandangmu terhadap realitas itu. Asal kalimat tersebut adalah 'karena kita benar-benar tidak bisa mengubah realitas itu', jadi…

Inovasi Clash of Clan

Gagasan akan inovasi terus dipercayai oleh komunitas ilmuwan ekonomi dan komunikasi sebagai aspek penting melanggengkan suatu produk. Di mana-mana orang membicarakan inovasi, meskipun para inventor (penemu) dan inovator (orang yang penuh ide) sangat sedikit jumlahnya. Kebanyakan perusahaan memang tidak membuat inovasi karena segala sesuatu sudah berjalan. Tidak jarang, tidak adanya kebaruan ini membuat karyawan seperti robot: karyawan di sini berarti dari jenjang direktur sampai cleaning service.
Perusahaan yang terus berinovasi cenderung akan lebih bertahan lama dibanding dengan perusahaan yang stagnan. Beberapa perusahaan telah terbukti mati karena tidak berinovasi, misalnya Kodak, Nokia, Blackberry, dan yang tahun 2016 sempat menggemparkan adalah ‘kematian’ Yahoo. Ke depan, perusahaan-perusahaan lain akan bertumbangan karena tidak ada inovasi. Menariknya, semua perusahaan yang mati tersebut karena tidak berinovasi untuk ‘menciptakan’ dan atau ‘mengikuti’ perkembangan teknologi. Me…

Musik

Music adalah salah satu hal yang belum kukenal hingga saat ini. Sejarah musikku amat buruk. Hingga saat ini aku tidak punya kesukaan akan satu musik tertentu, baik genrenya, musisinya, maupun vokalis yang banyak dibanggakan teman-teman. Hal ini mengganggu mengingat orang-orang hidup dengan menjadi bagian dari sebuah music, baik musik sebagai budaya maupun industri. Rasa-rasanya ada yang kurang dalam hidup, namun mencintai segala sesuatu -termasuk musik- tidaklah mudah bukan?. Jadi ada beberapa hal dalam diri yang kita tahu kekurangannya, tetapi sulit menyembuhkannya.
Ketika Jokowi mengatakan bahwa ia penyuka music rock dan ia adalah penggemar berat Metallica, maka saya tidak paham apa itu rock dan apa itu Metallica. Begitu pun ketika Presiden SBY membuat beberapa lagu yang bahkan ia nyanyikan di hadapan para tamu negara, aku tidak paham sama sekali tentang musik yang ia bawakan. Sementara teman-temanku mengidentikkan dirinya pada OI dan Iwan Fals, aku sama sekali nggak paham sejarah …

Gagap Literasi dan Hoax di Indonesia

Ringkasan

Media sosial menjadi kekuatan baru dalam menyebarkan informasi. Sayangnya, penggunaan media sosial yang bebas ini tidak diikuti oleh kapasitas penggunanya sehingga menyebabkan hoax menyebar. Hal ini disebabkan pengguna media sosial tidak memiliki budaya literasi yang cukup. Ditinjau dari Teori Determinisme Teknologi oleh Marshall McLuhan, manusia adalah pencipta teknologi komunikasi, tetapi pada tahap selanjutnya manusia malah dipengaruhi oleh teknologi. Mc Luhan membagi sejarah manusia empat periode, yaitu : Periode Tribal, Periode Tulisan, Periode Percetakan, dan Periode Elektronik. Periode Tulisan dan Percetakan yang memiliki ciri logis, terstruktur, teliti, dan obyektif, tidak dialami masyarakat Indonesia. Sebaliknya, masyarakat Indonesia hanya mengalami Periode Lisan dan langsung menuju Periode Elektronik yang dicirikan sebagai informasi serba cepat, instant, dan tanpa pemikiran matang. Karena itu seluruh komponen harus kembali mengampanyekan budaya membaca secara massif…