Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2014

Kisah Guru SM3T Mengabdi di Pegunungan Papua Bagian II

Semangat para siswa-siswi di Disktrik Kiwirok untuk mengenyam pendidikan begitu tinggi tapi tidak dibarengi dengan fasilitas yang memadai. Namun demikian, hal itu tidak membuat para siswa berkecil hati karena mereka tetap bertekad sekolah meski harus menempuh perjalanan sejak pukul 02.00 WIT tanpa alas kaki.

Fathul Qorib - Pegunungan Bintang
Ketika pembicaraan antara Cenderawasih Pos dan para guru Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil ini sampai kondisi pendidikan dan para siswa, mereka mendadak antusias. Mata mereka berbinar dengan senyum mengembang. “Kami punya siswa yang luar biasa, andai semangat ini bisa sampai pendidikan tinggi, sungguh Papua akan jauh berbeda,”ujar Bekti, salah satu pengajar SM3T.
Bagaimana tidak, para sarjana ini, Bekti, Dimas, Irin, Hesty, Rezky, Aprillia, dan Fera, memiliki siswa yang begitu luar biasa karena bisa menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk datang ke sekolah. Mereka bercerita bahwa beberapa siswanya memiliki rumah yang jauh…

Kisah Guru SM3T Mengabdi di Pegunungan Papua I

Bagi orang pegunungan tengah Papua, makan keladi dan sayur tanpa lauk adalah hal yang biasa. Namun bagaimana jika orang yang terbiasa tinggal di jawa dengan fasilitas lengkap, kemudian harus tinggal setahun di pegunungan Papua demi pendidikan? berikut kisah tujuh orang guru yang ada di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Fathul Qorib - Pegunungan Bintang
Tujuh orang guru program Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) dari Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, ini telah berada di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang sejak dua bulan yang lalu. Mereka adalah Agung Subekti (22), Dimas Aji Bagus Saptanu (24), Wasirin (22), Hesty Yussanti (25), Rezky Astarina (23), Fera Indrawati (26), dan Aprillia Fitriani (24).
Menuju Distrik Kiwirok ini, kita harus menggunakan pesawat khusus yang berbadan ramping sehingga hanya cukup untuk memuat 12 orang saja dari Banadara Sentani, Kabupaten Jayapura. Perjalanan memang hanya memakan waktu kurang lebih 45 me…