Skip to main content

Mudah Murah Menakhlukkan Semeru


Ranukumbolo saat matahari terbit

Untuk menakhlukkan Mahameru kita membutuhkan waktu minimal 4 hari ukuran orang normal. Mengetahui jumlah hari pendakian sangat penting untuk mengalkulasi kebutuhan minimal yang dibutuhkan, baik ukuran peralatan maupun perbekalan yang harus di bawa. Jika kita profesional dan hanya membutuhkan waktu 1 hari untuk sampai ke Mahameru, maka perbekalan yang disiapkan semakin sedikit, meskipun tidak menutup kemungkinan peralatan yang dibawa tetap sama beratnya.
Estimasi perjalanan menakhlukkan Mahameru :

Hari
Waktu
Perjalanan
I
06.00 – 09.00
Tumpang – Ranupane
09.00 – 11.00
Briefing dan pendaftaran di Pos Ranupane
11.00 – 18.00
Ranupane – Ranukumbolo
18.00 – 06.00
Istirahat
II
06.00 – 10.00
Masak, bersih diri, bongkar tenda, self time
10.00 – 11.00
Ranukumbolo – Oro-oro Ombo
11.00 – 13.00
Oro-oro Ombo - Jambangan
13.00 – 14.00
Jambangan – Kalimati
14.00 – 15.00
Ambil air di Sumber Mani
15.00 – 17.00
Masak dan makan
17.00 – 22.00
Istirahat dan tidur
22.00 – 23.00
Persiapan summit attact
23.00 – 01. 00
Kalimati – Arcopodo
III
01.00 – 06.00
Arcopodo – Mahameru
06.00 – 08.00
Bikin puisi di Mahameru
08.00 – 09.00
Mahameru – Arcopodo
09.00 – 10.00
Arcopodo - Kalimati
10.00 – 14.00
Istirahat dan persiapan ke Ranukumbolo
14.00 – 17.00
Kalimati – Ranukumbolo
17.00 – 18.00
Pasang tenda dan masak
18.00 – 06.00
Istirahat
IV
06.00 – 08.00
Masak dan enjoy the Ranukumbolo
08.00 – 09.00
Bongkar tenda
09.00 – 13.00
Ranukumbolo – Ranupane
13.00 – 14.00
Selesaikan administrasi dan pulang

Peralatan

Mengenai fisik dan mental tidak perlu aku jelaskan karena tentunya hal itu sangat penting. namun sebagai pendaki amatir, aku tidak menyiapkan fisik dan mental sama sekali sehingga –aku rasa- tips di sini sangat cocok bagi pendaki amatir dan pemula. Saat mendaki kemarin, aku menggunakan tas carrier Consina Tarebbi 70L, tenda monodome single layer untuk 2 orang, sleeping bag model tikar seharga, headlamp jelek imut, lampu tenda yang bisa diubah menjadi lampu senter, kompor gas kecil, dan coocking set. Seluruh peralatan yang kubawa ini tidak ada yang bermerk, kecuali Consina Tarebbi. Sehingga tidak perlu khawatir jika naik gunung tidak membawa peralatan berharga mahal.

Mahameru
Selain itu, aku membawa satu kerpus (penutup kepala), satu pasang sarung tangan, dua pasang kaos kaki, dua kaos lengan pendek, satu kaos lengan panjang, dan jaket Jack Wolfkin murahan sehingga tidak dapat dipercaya. Tidak lupa yang paling penting adalah jas hujan untuk melindungi seluruh peralatan kita dari hujan. Jas hujan kalelawar ini juga bisa kita gunakan sebagai layer tambahan untuk tenda monodome sehingga tidak tembus ketika disambar hujan. Sepatu kets yang biasa kugunakan kuliah juga kubawa bersama sandal carvil yang sudah kupakai dua tahun terakhir.

Silahkan membawa peralatan mandi meskipun di sana aku tidak mandi sama sekali selama empat hari. Karena melakukan ritual mandi bukanlah hal yang mudah saat berada di gunung, baik karena air susah, dingin, maupun tempatnya yang tidak ada. Di Ranukumbolo sendiri disediakan satu deret kamar mandi yang fungsi utamanya adalah WC zaman majapahit. Sehingga orang berak sekalipun, ingin cepat-cepat selesai karena baunya yang menyengat dan sampah berserakan. Karena aku juga bukan seorang lelaki metroseks, aku tidak bisa menyarankan alat kecantikan apa yang harus di bawa naik gunung. Aku hanya membawa sikat gigi bersama pastanya.

 Tas. Mari kita membahas tas yang baik untuk mendaki gunung karena tas ini ibarat nyawa seorang pendaki. Selama berada di sana, saya mengamati banyak pendaki yang membawa tas berukuran 70-80liter. Jika bersama rombongan, bebera anggotanya ada yang hanya membawa daypack atau carrier ukuran 50-60L agar mereka bisa bergantian membawa carrier yang lebih berat. Menurutku, untuk memenuhi kebutuhan mandiri alias membawa seluruh peralatan dan perbekalan sendirian, dibutuhkan tas 70 liter.

tenda Pavilo monodome yang nyaman buat dua orang
Asalkan tidak membawa pakaian terlalu banyak layaknya mau jualan di Ranukumbolo, tas ini akan lebih dari cukup. Tas dengan banyak saku akan sangat membantu untuk menyelipkan barang yang dibutuhkan sewaktu-waktu. Tidak peduli tas yang kita bawa bermerk atau tidak, mereka akan membawa kita sampai Mahameru. Jika tas kita tidak punya sirkulasi udara, tidak punya gagangan besi, tidak punya tali penarik kenyamanan, tidak masalah. Kenyamanan seperti itu teramat mahal untuk kantong mahasiswa, atau kantong sebagian besar masyarakat Indonesia.

Yang pasti bawalah tas yang ikatannya kuat. Jadi tidak ada kekhawatiran tas tersebut akan putus talinya saat membawa beban. Sewaktu-waktu tas akan kita taruh dipunggung, di lain waktu tas akan kita seret-seret. Sehingga tas murah perlu kita jahit lagi agar pegangannya kuat. Bawa pula satu daypack jika perlu, untuk dibawa memuncak ke Mahameru. Kalau aku, tas carrier itu pula yang kubawa ke Mahameru setelah kutumpahkan seluruh isinya ke belantara tenda.

Tenda. Peralatan lain yang dibutuhkan adalah tenda. Sesuaikan tenda dengan kapasitas rombongan. Karena saya berangkat sendirian, maka tenda yang kubawa hanya monodome untuk menampung 2 orang. Jika rombongan, maka menyewa tenda adalah pilihan yang masuk akal dibandingkan iuran untuk membeli. Jika kita biasa solo traveller, maka membeli tenda monodome pilihan terbaik. Nantinya, kita tinggal membeli flysheet tambahan untuk melindungi tenda dari gempuran hujan, atau beli plastik lebar sesuai dengan panjang dan lebar tenda. Pasti lebih mantap dan murah. Perlu dipertimbangkan pula membawa tikar yang enteng untuk di taruh dalam tenda karena biasnaya tenda hanya beralaskan terpal yang dingin saat menyentuh tanah.

Aku tidak tahu merk tenda yang bagus dan murah. Karena banyak sekali merk tenda yang beredar di antara pendaki Semeru ketika membentang di Ranukumbolo, misalnya Lafuma, Eiger, Consina, dan Great Outdoor. Tenda yang kubeli adalah merk Pavilo yang tampaknya baik-baik saja dalam kondisi cuaca cerah. Ketika mengalami angin ribut dan hujan rintik-rintik di Kalimati, aku sendiri yang tidak bisa tidur karena khawatir bocor. Sementara pemilik tenda lainnya dengan tenang menikmati malam. Intinya adalah persiapkan segala sesuatu agar tubuh dan peralatan kita tetap kering. Karena basah di pegunungan bisa menurunkan kekuatan tubuh dan berakhir sakit yang mengenaskan.

Penghalau dingin dan basah. Dingin dan basah di pegunungan adalah musuh setiap pendaki. Karena itu peralatan untuk membuat tubuh kita tetap kering dan hangat. Pertama adalah jas hujan, saya kira setiap orang punya jas hujan jika musim penghujan. Kalau memungkinkan, pilihlah jas hujan plastik sekali pakai sehingga enteng di kantong dan enteng di tas carrier. Taruh jas hujan ini di saku paling luar tas sehingga bisa digunakan sewaktu-waktu.

Selain jas hujan, kita akan membutuhkan kaos, sweeter, kerpus, sarung tangan, kaos kaki, buff, jaket dan sleeping bag. Ketika berjalan, kita hanya membutuhkan kaos dan celana pendek. Tapi persiapkan jaket di luar tas sehingga sewaktu-waktu bisa digunakan juga. Karena saat berjalan kita akan berkeringat sehingga jaket menjadi tidak nyaman. Bahkan ketika perjalanan awal dari Ranupane – Ranukumbolo, jaketku benar-benar basah oleh keringat. Sedangkan mengeringkannya butuh waktu yang lama.

Berbeda ketika kita tidur, pakailah seluruh alat penahan dingin tersebut, jika perlu gunakan koyo tempel di kaki agar hangat. Untuk di Ranukumbolo dan Kalimati, dua kaos, satu sweeter, satu jaket, dan sleeping bag, sudah cukup untuk membuat tidur nyaman. Keesokan harinya di Ranukumbolo, saat jaket dan sweeterku basah karena hujan, dua kaos dan sleeping bag ternyata masih masih terlampau dingin. Sehingga perhatikan cuaca dan jangan sampai membuat pakaian kita basah. Menurut pikiranku, tidak perlu membawa jaket terlalu banyak saat naik gunung. Lebih baik bawalah kaos lebih untuk dipakai bersamaan sehingga dingin sulit menembus kulit.

Sementara, ketika naik Mahameru pukul 23.00 WIB, dua kaos, satu sweeter, dan satu jaket tidak cukup untuk menghalau dingin. Namun dengan terus menggerakkan langkah, tubuh kita akan hangat dengan sendirinya sehingga yang diperlukan selanjutnya adalah tawa sepanjang jalan. Jika kedinginan, tampaknya tubuh kita sedang tidak bermetabolisme sehingga bisa ditanggulangi pula dengan makan makanan ringan. Cobalah membawa snack yang bisa dibeli kiloan, bukan snack indomaret yang hanya besar di bungkusnya tapi ringan di isinya.

Perbekalan. Bekal yang saya maksud adalah berupa makanan dan minuman untuk di bawa sepanjang jalan. Untuk sendirian saya tidak menghabiskan 500 gram beras merah selama empat hari. Persoalan ini kadang sangat menyesaikan dengan kondisi tubuh dan manusianya. Perbekalan lain yang saya bawa adalah : ikan asin, mie instan, sambal instan, gula merah, kopi instan, permen. Saya tidak membawa madu, roti dan makanan ringan lainnya padahal itu sangat penting. 

Bagiku, miuman hangat sangat penting untuk menemani bersantai ketika berada di Ranukumbolo dan Kalimati. Beberapa orang bahkan membawa termos untuk bekal kopi hangat di perjalanan. Bagi perempuan yang biasanya tidak terlalu menyukai kopi, bisa memilih teh atau coklat saset untuk diteduh kala dingin. Untuk semua minuman hangat ini, biasanya saya campur dengan gula merah sehingga rasanya semakin manis dan menambah tenaga saat pendakian keesokan harinya.

belakangku adalah tanjakan cinta yang melegenda
Ketika berada di Ranukumbolo, memasak merupakan hal yang menyenangkan. Saya melihat banyak teman-teman pendaki yang membawa sosis, sarden, pentol beku, telor mentah, telor asin, telor puyuh, tahu pentol beku, dan lain sebagainya. Seakan-akan sedang terjadi pertarungan memasak di Ranukumbolo. Kebetulan saya menyapa beberapa orang yang bersantai di Ranukumbolo yang ternyata telah selesai summit attact. Mereka masih menyisakan sarden dan beberapa makanan ringan lainnya untuk dibagi ke pendaki yang akan menuju Kalimati. Ketika aku turun, aku melakukan hal yang sama. Ternyata hal itu merupakan kebiasaan pendaki yang telah menyelesaikan urusannya dengan Mahameru. Dari pada membawa beras, sarden, telur, dan mie instan kembali ke Ranupane, lebih baik disumbangkan kepada pendaki lain yang masih harus melanjutkan perjalanan.

Penutup

Memang benar bahwa mendaki Mahameru bukanlah pekerjaan pendaki pemula. Tapi aku adalah pendaki amatir dan masih banyak lagi pendaki alay yang menakhlukkan Mahameru. Jadi jangan gentar saat berhadapan dengan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Secara ringkas, pendakian dari Ranupane hingga Kalimati adalah pendakian gunung sebagaimana umumnya. Tapi pendakian dari Kalimati menuju Mahameru adalah ujian yang sesungguhnya. Karena itu, persiapkanlah mental pantang menyerah. Karena dingin, lapar, dan kantuk akan datang menyerang pada saat yang bersamaan. Tapi dalam perjalanan melelahkan itu, kita akan terhibur jika matahari muncul. Kehangatan akan langsung meresap ke kulit, dan puncak Semeru akan terlihat. Saat itulah semangat akan membaja dan siap bertualang mengalahkan kemalasan diri sendiri.


Panduan Semeru

Panduan Menakhlukkan Semeru III


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Comments

Popular posts from this blog

Ebook Di Bawah Bendera Revolusi Gratis

Buku berjudul "Dibawah Bendera Revolusi" merupakan buah ide, pikiran dan karangan yang ditulis langsung oleh Sukarno dimasa pra kemerdekaan baik di pengasingan atau penjara dan setelah kemerdekaan. Buku ini diterbitkan tahun 1964. Ini adalah sekapur sirih yang dikutip dari buku Di Bawah Bendera Revolusi oleh Ir. Soekarno.
"Buku “DIBAWAH BENDERA REVOLUSI” ini dipersembahkan kepada rakjat Indonesia dengan maksud djanganlah hendaknja hanja sekedar untuk penghias lemari buku, akan tetapi dengan penuh tjinta dan sadar mempeladjarinja setjara ilmiah betapa pasangsurutnja pergerakan kemerdekaan dizaman pendjadjahan.

Persatuan bangsa,--persatuan antara golongan-golongan Nasional, Agama, dan Marxis, atau lebih terkenal dengan istilah NASAKOM sekarang ini, pada hakekatnja bukan “barang baru” dalam rangka perdjoangan rakjat Indonesia jang dipelopori oleh Bung Karno. 

Dengan meneliti buku ini setjara ilmiah, akan lebih memperdjelas pengertian bahwa Revolusi Agustus 1945 j…

Global Paradox ; small is power

Mengapa buku-buku Naisbitt menjadi fenomenal? Sebelum kita membahasa lebig lanjut tentang Megatrend dan Global Paradox, sebaiknya kita mengenal dahulu bagaimana bigrafi dari John Naisbitt. Biografi John Naisbitt (lahir 15 Januari 1929 di Salt Lake City, Utah) adalah seorang penulis Amerika dan pembicara publik di bidang studi berjangka. Megatrends pertama bukunya diterbitkan pada tahun 1982. Ini adalah hasil dari hampir sepuluh tahun penelitian. Itu di daftar buku terlaris NewYork Times selama dua tahun, kebanyakan sebagai # 1. Megatrends diterbitkan di 57 negara dan terjual lebih dari 14 juta eksemplar. John Naisbitt belajar di Universitas Harvard, Cornell dan Utah. Dia mendapatkan pengalaman bisnis ketika bekerja untuk IBM dan Eastman Kodak. Dalam dunia politik, ia menjadi asisten Komisaris Pendidikan di bawah Presiden John F. Kennedy dan menjabat sebagai asisten khusus untuk Departemen Pendidikan Sekretaris John Gardner selama pemerintahan Johnson. Dia meninggalkan Washington di tahu…

Filosofi Diam

Kita berjalan di atas catwalk bersama-sama sambil memainkan peran masing-masing, lalu kita menyebutnya hidup. Seseorang terlihat bahagia, seseorag terlihat sedih, dan seseorang terlihat cuek dengan hidupnya. Namun sejatinya mereka semua adalah “terlihat”, bagaimana kejadian yang sebenarnya hanyalah dia, sahabatnya, dan Allah yang tahu. Kita bahkan lebih sering memberikan kesan bahagia kepada orang lain dari pada kesan bahagia terhadap diri kita sendiri. Ini adalah kebutuhan manusia untuk diaggap sukses, yang kemudian mereka berharap dengan anggapan itu, mereka akan lebih di hormati, diperhatikan, dan ditaati. Semua itu merupakan upaya untuk menyembunyikan diri dari orang lain, dan tidak jarang, kita juga mencoba menyembunyika diri kita dari diri sendiri, upaya ini disebut sebagai diam.
Teman saya –biasa saya panggil Ny Robinson- adalah salah orang yang saya hormati. Dia memiliki kehidupannya sendiri dan seringkali membuatku tercekik, tersenyum, bersedih, bahagia, dan juga merasa aneh…