Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2013

Papua dalam Bautan Ramadhan

Manusia, sebagaimana yang kita ketahui adalah sosok yang unik sekaligus kompleks. Disebut sebagai makhluk yang sempurna, namun banyak yang perlu kita pertanyakan dari kesempurnaan tersebut –malah sebagian manusia menunjukkan kebalikan dari sempurna.
Itulah kenyataan yang kita hadapi sekarang ini. Kita sering meneriakkan kemerdekaan berfikir, kebebasan bersuara dan berkumpul, tapi dengan itu pula kita menggarong kebebasan orang lain. Hari ini misalnya, adalah bulan puasa yang penuh barokah dan banyak maghfiroh. Bagi kita yang muslim, ini adalah bulan yang menggembirakan.
Di desa-desa kita mendengar bacaan alquran setiap hari mengalun merdu, dan diperkotaan tiba-tiba suara serak anak-anak berkumandang di masjid-masjid. Tidak ada yang aneh? Tentu tidak ada yang aneh karena kita muslim, hidup dilingkungan yang 100% penduduknya muslim. Kalaupun ada yang merasa terganggu dengan bacaan alquran yang keras berkumandang, maka kita akan lantang meneriakinya “kafir!”. Maka mereka menggerutu samb…

mengacau; aku kehilangan masa lalu

berbulan-bulan tidak menulis bisa membuatmu sakit dan gila. bahkan tanganku sekitar siku sampai jari-jemari sudah dalam tahap mengarat, yang kalau tidak melanjutkan tulisan, akan berakhir dengan terputusnya jari-jari sehingga terlihat seperti penyakit kusta.

memang orang yang sudah terbiasa menulis lalu berhenti secara tiba-tiba itu seperti seseorang yang tengah menjalani terapi diet selama 1 tahun, lalu tiba-tiba satu minggu dia tidak bisa menahan diri untuk tidak makan makanan yang disediakan di sebuah rumah makan prasmanan, maka otomatis, perutnya akan kembali membuncit, pahanya kembali membesar, juga pembuluh darahnya akan menyempit dengan dramatis.

maka aku, demi agar tidak mati kutu, otakku agar tidak mengendap seperti sampah di kali-kali, maka menulis lagi meski dengan sangat terpaksa adalah sebuah penyembuhan. ini semacam terapi kebuntuan, terapi yang dilakukan oleh seorang psikolog terhadap pasiennya yang sudah lama tidak berhubungan sosial.

menulis sebagaimana yang kita pah…