Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2019

Sarjana dan Problem Manusia Dewasa

Banyak hal di dunia ini yang membutuhkan keberanian. Beberapa hanya keberanian di level remah-remah rengginang, misalnya berani mandi di pagi hari, berani bertanya di dalam kelas, atau berani beol ketika sedang naik gunung. Beberapa hal lainnya membutuhkan keberanian level sultan, seperti menjadi sarjana dan pada akhirnya adalah menjadi dewasa. Kita akan menanggung beban beserta semua konsekuensinya sendirian –tidak ada manusia lainnya yang bisa kita jadikan kambing hitam.
Menjadi sarjana adalah sebuah kesalahan. Menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Mengapa sarjana bersalah? karena sebagian besar sarjana di dunia ini akan berakhir menjadi sampah; sebagian lainnya memunguti sampah-sampah tersebut lalu membuangnya ke laut; dan sebagian kecil lainnya mengais sisa-sisa sampah di laut untuk dihancurkan atau diolah menjadi barang berguna. Kondisi ini tampaknya bombastis dan halusinasi –terutama bagi saya- sebagai pengajar perguruan tinggi, tetapi percayalah itu kondisi sebenarnya.
Karena …

Gunung Penanggungan

Kami melakukan perjalanan dengan penuh keyakinan di suatu Sabtu. Tentu setelah browsing tentang jalur pendakian, estimasi waktu, dan biaya ditambah sedikit drama karena ketidaktepatan janji. Mata menyala, otot menguat, dan teriakan seperti remaja kota, kami seakan hendak mencari sebuah kebijaksanaan yang berada di puncak gunung; barangkat dari sana kami akan menjadi resi yang sakti mandraguna.
Tetapi sebuah perjalanan sakral sekalipun akan terkotori dengan pertanyaan-pertanyaan profan. Misalnya, untuk apa sebenarnya kita naik gunung? Atau dengan siapa kita harus naik gunung? Dengan pacar atau teman? Itu pertanyaan remeh yang harusnya tidak usah ditanyakan karena malah membuat perjalanan sangat duniawi. Kami sepakat untuk tidak yakin dengan jawaban klise semacam; naik gunung untuk mencari jati diri, atau naik gunung untuk belajar tentang kehidupan.
Karena itu, tanpa perhitungan yang matang, 10 bungkus mie instan kami masukkan ke tas carrier yang penuh dengan baju hangat. Hitung-hitung…

About Me

My photo
Fathul Qorib
Lamongan, Jawa Timur, Indonesia
pada mulanya, aku adalah seorang yang cerdas sehingga aku ingin mengubah dunia. lalu aku menjadi lebih bijaksana, kemudian aku mengubah diriku sendiri.