Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Catatan Menjadi Wartawan

Pekerjaan yang paling mengesankan adalah menjadi wartawan. Bagi sebagian besar orang, menjadi wartawan adalah pekerjaan idaman. Atau bagi sebagian besar mahasiswa lulusan Ilmu Komunikasi, menjadi seorang wartawan adalah impian sejak ikut pers kampus. Tidak jarang pekerjaan wartawan diidentikkan dengan pekerjaan yang mulia, semacam penyambung lidah rakyat –bagi Sukarno. Wartawan juga identik dengan sekelompok orang yang maha tahu. Karena itu jangan heran jika banyak orang menghormati kenalannya yang berprofesi sebagai wartawan.
Meskipun profesi ini dicintai, namun banyak juga yang membenci. Banyak orang yang ‘tampaknya saja’ menghormati orang yang berprofesi sebagai wartawan. Namun di balik itu, mereka mengolok-olok bahkan terkesan mencemooh wartawan. Sebabnya bisa jadi macam-macam, misalnya sekarang banyak berita hoax atau media yang meliput hanya mengandalkan angle yang menarik –bukan angle yang dibutuhkan masyarakat. Bisa juga karena perilaku wartawan yang dianggap sewenang-wenang,…

Jangan Pecah : Umat dan Ulama

Ada tiga kondisi umat islam di Indonesia saat ini; pertama, orang yang militan terhadap pengusutan hukum terhadap Basuki Tjahaya Purnama, kedua, orang cenderung mendukung ketidakbersalahan Basuki alias Ahok, dan terakhir adalah orang muslim yang memilih cuek dan tidak ambil pusing dengan seluruh kejadian tersebut. Persamaan diantara tiga kelompok ini adalah; mereka semua merasa benar dengan pilihannya sehingga banyak yang saling mencemooh dan menghujat di berbagai media publik.
Telah menjadi maklum bahwa Majlis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa bahwa Ahok telah menistakakan agama Islam dalam pidatonya di Kepulauan Seribu. Dan fatwa seperti itu, bagi golongan muslim pertama bisa menjadi tongkat musa. Bagi golongan kedua, MUI akan semakin dibenci dan diduga diisi oleh ulama tak berilmu, dan bagi golongan terakhir, MUI adalah lembaga yang ada ataupun tidak adanya sama saja (wujuduhu ka’adamuhu). Kita patut menyayangkan kondisi yang silang sengkarut ini, namun selalu ada hikmah di setia…

Ketakterbatasan S Ramanujan

sebuah persamaan tidak mempunyai makna bagiku,  kecuali persamaan itu mengekspresikan pikiran tuhan. -ramanujan

Orang yang menyandang nama besar menciptakan dirinya sendiri dari antah berantah. Kita akan kesulitan menemukan orang-orang yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Namun yang lebih menyulitkan lagi adalah menemukan mereka menjadi orang yang mengubah arah dunia. Saya bisa membayangkan satu nama –Lintang, yang dalam buku Laskar Pelangi digambarkan sebagai anak kecil jenius. Namun ia tidak beruntung karena harus menjadi nelayan miskin, lalu tinggal selamanya di sana dengan bakat tidak tersalurkan sama sekali.
Orang-orang seperti Lintang mungkin teramat banyak sekali. Beberapa diantara tidak terselamatkan dan dianggap gila, lalu beberapa lagi terselamatkan oleh kegigihannya sendiri. Dari orang-orang genius yang terselamatkan inilah, kita kemudian mengenalnya dan menuai pengetahuan dari kecerdasannya. Salah satu genius yang ada di dunia ini berasal dari India, Srinivasa Ramanujan…

Bob Dylan, Musik yang Menggerakkan

Komite Nobel Sastra 2016 dengan berani memberikan hadiah paling bergengsi di dunia itu kepada seorang pemusik dan penulis lirik lagu; Bob Dylan. Keputusan ini sangat berani mengingat ada beberapa kandidat penulis – sastrawan kelas dunia yang diunggulkan, seperti Haruki Murakami yang dalam tiga tahun ini selalu diharapkan menang, penulis AS Joyce Carol Oates, penulis Irlandia John Banville, juga penulis asal Indonesia; Eka Kurniawan yang baru-baru ini muncul dalam pemberitaan.
Penghargaan yang diberikan kepada Bob Dylan ini bakal menimbulkan dampak yang besar di kalangan sastrawan, terutama dalam hal menerapkan standarisasi karya sastra dan sastrawan itu sendiri. Selama ini, karya musik –khususnya lirik lagu, masih belum dianggap sebagai karya sastra yang diperbincangkan dalam diskusi kebudayaan. Lirik lagu dan musiknya hanya akan menjadi bahasan dalam diskusi musik, bukan diskusi karya sastra. Maka dengan penghargaan Nobel Sastra kepada pemusik ini, sastrawan akan mulai membincang li…

Tuhan*

Orang-orang yang gelisah, pada suatu saat akan mempertanyakan keberadaan tuhan. Orang-orang yang selama hidupnya dirundung masalah, suatu ketika akan lelah dan mempertanyakan keadilan tuhan. Santri dan mahasiswa filsafat, suatu saat akan dihadapkan pada pemikiran-pemikiran tentang keberadaan tuhan. Dan orang yang masih hidup di dunia ini, bagaimanapun caranya, akan memikirkan bagaimana, apa, dan seperti apa, wujud tuhan yang katanya telah menciptakan dunia ini –dari ketiadaan, atau dari dirinya sendiri.
Tuhan bersemayam dalam Arsy, kata guruku ketika mengaji kitab tauhid. Tetapi pelajaran tauhid ketika itu, hanya membahas tentang kepercayaan mutlak kepada tuhan dengan menghafalkan sifat wajib, sifat muhal (tidak mungkin), dan sifat jaiz (mungkin) bagi tuhan. Memang pelajaran tauhid harus disesuaikan dengan tingkat usia dan pemahamannya, namun selama perjalanan di kebanyakan pondok pesantren, mempelajari ketauhidan terhadap tuhan dipandang sebelah mata karena dianggap bias ke arah ath…

Metamorfosis Tuhan

Judul : Sejarah Tuhan ( Kisah 4.000 Tahun Pencarian Tuhan dalam Agama-Agama Manusia )  Penulis :Karen Armstrong
Penerbit :Mizan  Tahun Terbit : November - 2011 Jumlah Halaman : 676
Membaca buku yang bagus akan membuat kita bertualang dalam dunia yang penuh dengan energi kekaguman. Apalagi, buku tersebut menceritakan tentang diri kita sendiri, tentang suatu hal yang sebenarnya kita percayai, tapi kita tidak sungguh-sungguh mengetahui sejarah kepercayaan itu sendiri. Dan buku ajaib berjudul The History of God (Sejarah Tuhan) ini haruslah dimasukkan dalam list buku wajib baca sebelum mati. Di buku ini kita akan melihat diri sendiri dan jejak-jejak pencarian yang telah dilakukan manusia sejak Adam diciptakan. Bahwa tuhan adalah sosok yang kita percaya mati-matian dan telah ditanamkan oleh orang tua kita sejak bayi –namun terkadang kita butuh keraguan untuk membuat otak dan perasaan kita tetap sadar akan sebuah pilihan.
Sebagai mus…